Make your own free website on Tripod.com

BERITA, TAJUK RENCANA, DAN KOLOM KHUSUS

Ciri khas berita, di antaranya adalah berikut ini.

Isi sebuah berita umumnya berisi hal-hal yang bisa menjawab pertanyaan 5W + 1H (what, who, why, whom, where, how). Struktur berita pada umumnya berbentuk segitiga atau piramida terbalik, artinya isi pokok berita ada pada awal berita. Dengan demikian, semakin akhir isi berita, semakin tidak penting.

Contoh:

Elite Partai Bentuk Tim Perumus Tatib SU MPR

Para pimpinan partai pemenang Pemilu 1999, hari Sabtu (18/9) malam bersepakat memperlancar Sidang Umum (SU) MPR dengan membentuk tim kecil. Tim ini bertugas membuat instrument paling penting bagi penyelenggaraan SU MPR, yakni rancangan tata tertib. Tugas tim ini diharapkan tuntas dalam sepekan.

“Kami sepakat membuat ini semua agar bisa memasuki SU MPR dengan hati lega. Tidak usah debat soal macam-macam yang bisa makan waktu panjang,” ujar deklarator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), K.H. Abdurahman Wahid (Gus Dur) usai pertemuan dengan sejumlah pimpinan partai di rumahnya, di Cignjur.

(Sumber : Kompas, 19 September 1999)

 

Tajuk rencana merupakan sikap atau pandangan redaksi terhadap sebuah masalah. Dalam surat kabar, tajuk rencana ini merupakan berita pokok yang ditulis oleh staf redaksinya. Dengan membaca tajuk rencana, kita dapat mengetahui sikap tim redaksi media massa tersebut terhadap suatu masalah, apakah bersikap mengritik, memuji, setuju atau netral.

Contoh:

Ancaman Semeru dan Bencana Alam Lain

Masih Tuntut Kesiagaan Kita

Gunung Semeru di Jawa Timur yang tingginya 3.676 meter selama beberapa hari terakhir ini menjadi berita halaman pertama media massa kita. Wartawan harian Kompas kemarin melaporkan, minggu lalu gunung ini masih menyemburkan awan panas yang disertai longsoran lava panas.

Dalam menghadapi lingkungan alam seperti itu, bangsa Indonesia diharapkan semakin tinggi tingkat pemahamannya tentang bencana alam.

Terhadap ancaman bencana alam, kita mengakui, sebagian memang masih di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya, bahkan seperti halnya gempa untuk mengetahuinya secara dini, kekuatan alam menjadikan manusia acapkali tidak berdaya.

(Sumber: Kompas, 8 Februari 1994)

 

Setiap surat kabar memiliki kolom khusus yang menjadi ciri bagi media massa tersebut, misalnya ‘Pojok’ Kompas, ‘Ole-Ole’ Pikiran Rakyat, ‘Rehat’ Republika, dan sebagainya.

Kolom khusus ini biasanya berisikan komentar anonim atas perkembangan terakhir atau menyangkut situasi politik dan ekonomi. Isinya biasanya berupa kiasan, sindiran, sarkasme, kejutan, olok-olok, yang terkadang terkesan agak ‘nakal’.

Pada umumnya, kolom khusus terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berupa pernyataan (biasanya dari pejabat, birokrat, tokoh, dan umumnya orang terkenal). Bagian kedua merupakan tanggapan dari redaksi Koran tersebut.

Contoh:

 

Kalau kita perhatikan contoh-contoh di atas, sebagian besar menggunakan gaya tanggapan yang bersifat sindiran terhadap para pejabat, tokoh dan pakar.

Kolom khusus ini juga merupakan salah satu pemanfaatan ruang sempit untuk menyuarakan hati nurani yang bila dituangkan dalam bentuk tulisan panjang lebar mungkin dikhawatirkan terkena sensor oleh pihak tertentu.

Tanggapan-tanggapan yang hadir dalam kolom khusus tidak secara ketat mengikuti kaidah bahasa Indonesia. Ini juga menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan. Melalui bumbu humor yang menggelitik sekaligus pesan yang hendak disampaikan kepada pembaca dapat terlaksana, kolom khusus juga merupakan verbalisme kartunis yang terdapat dalam setiap surat kabar.

 

>back<