Make your own free website on Tripod.com

TATA MAKNA

I. TATA MAKNA

1. Makna leksikal/gramatikal
Makna leksikal adalah makna yang kurang lebih tetap, seperti tertera dalam kamus.
Makna gramatikal adalah makna yang ditimbulkan oleh proses gramatis yang ditentukan oleh urutan kata, intonasi, bentuk, serta kata tugas penentu kalimat.

2. Makna denotatif/lugas
Makna denotatif adalah makna yang didasarkan atas penunujukan yang obyektif dan belum mendapat tambahan atau perluasan.

3. Makna konotatif

Makna konotatif adalah makna yang memiliki arti kiasan.

4. Makna Idiomatis
Idiom berarti makna kata, kelompok kata, yang telah menjadi istilah khusus dan tidak dapat diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa lain.

Contoh:
Keringatnya menganak sungai.
Ia dianggap sebagai anak bawang.

II. PEMAHAMAN HUBUNGAN KATA

Sinonim : kata yang memiliki kesamaan dan kemiripan arti. Contoh : bunga-kembang.
Antonim : kata yang berlawanan artinya. Contoh: pergi-datang.

Hiponim : kata yang maknanya tercakup oleh kata turunannya. Contoh: bunga-mawar.
Polisemi : kata yang memiliki pergeseran makna yang masih berkaitan.

Contoh:
kepala gudang dan kepala sekolah.

Analogi : makna baru dengan proses yang sama pada istilah sebelumnya.

Contoh:
Penipu dianalogikan dengan ular

Parafrase : Memprosakan puisi. Makna yang muncul dalam bentuk proses terasa lebih longgar dan bebas.

III. PENENTUAN GAYA BAHASA

A. Personifikasi : Benda yang di analogikan seperti manusia.

Contoh:
Peluit menjerit memanggil penumpang

B. Eufimisme : Memperhalus suatu keadaan.

Contoh:
Andi minta ijin ke belakang pada ibu guru.

C. Hiperbola : Melebih-lebihkan suatu keadaan.

Contoh:
Rasa sakitnya membuatku ingin mati saja.

D. Ironi : Menyindir suatu keadaan atau kondisi seseorang.

Contoh:
Bagaimana mungkin mengerjakan soal semudah itu saja tidak dapat?

E. Sarkasme : Menyatakan suatu keadaan dengan kasar tanpa basa basi

Contoh:
Kamu ini sudah bodoh, miskin lagi!

 

>back<