Make your own free website on Tripod.com

APRESIASI SASTRA

I. PENENTUAN GAYA, BENTUK DAN PERIODE SASTRA

A. Balai Pustaka

· beraliran romantis, sentimentil
· bentuk terbanyak : roman

Contoh:

· Merari Siregar : Azab dan Sengsara
· Marah Rusli : Siti Nurbaya
· Tulis Sutan Sari : Sengsara Membawa Nikmat

B. Pujangga Baru

· beraliran romantis idealis
· bentuk terbanyak : novel, roman

Contoh:

· Amir Hamzah : Buah rindu
· Armin Pane : Belenggu
· Sutan Takdir A. : Dian Tak Kunjung Padam

C. Angkatan '45

· beraliran ekspresionisme dan simbolisme
· bentuk terbanyak: cerpen, puisi, kritik, essai

Contoh:

· Chairil Anwar : Aku, Yang Terhempas dan yang Putus
· Idrus : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

D. Angkatan '66

· beraliran realisme
· bentuk terbanyak: puisi, novel, cerpen

Contoh:

· N.H. Dini : Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko
· Iwan Simatupang : Merahnya Merah

II. NUKILAN PUISI DAN HUBUNGANNYA DENGAN TEMA DAN MAKNA

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa puisi merupakan simbol atau lambang dari gagasan penyair. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian untuk menafsirkan simbol atau lambang tersebut. Dengan sering berlatih, anda akan dapat menjawab soal-soal dengan materi penafsiran puisi.

III. PEMAHAMAN UNSUR KARYA SASTRA

Karya sastra pada umumnya memiliki dua unsur pokok, yaitu:

1. Unsur Instrisik

a) tema (inti cerita karya sastra)
b) alur/plot (jalan cerita)
c) penokohan/karakteristik (penggabungan watak tokoh)
d) latar/setting (latar belakang cerita)
e) sudut pandang (kedudukan pengarang dalam cerita)

2. Unsur Ekstrinsik
a) riwayat hidup pengarang
b) kehidupan masyarakat yang melalui karya sastra

 

>back<